PERBEDAAN ROH, JIWA, DAN TUBUH


         Kejadian 2:7 mengatakan, "Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah." Bagian ayat ini menyinggung tentang tubuh manusia. "Dan menghembus­kan nafas hidup ke dalam hidungnya." Bagian ayat ini me­lukiskan bagaimana Allah memberikan roh kepada manusia; yaitu roh Adam. Jadi, tubuh manusia dibentuk dari debu tanah, dan roh manusia diberikan oleh Allah. "Demikianlah manusia itu menjadi jiwa yang hidup". Sete­lah nafas hidup dihembuskan masuk ke dalam hidung ma­nusia, maka manusia menjadi jiwa yang hidup. Pemakaian kata "jiwa" ini, sering kali dicampuradukkan dengan roh. Sebenarnya roh, jiwa, dan tubuh adalah tiga organ yang berlainan. Kalau kita menganggap bahwa manusia terdiri dari roh/jiwa dan tubuh, anggapan ini salah. Satu Tesaloni­ka 5:23 mengatakan, "Semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpe­lihara sempurna . . ." Roh merupakan pemberian Allah; jiwa merupakan jiwa yang hidup; dan tubuh merupakan ciptaan Allah.
            Menurut pengertian umum, jiwa adalah kepribadian manusia kita. Ketika roh dan tubuh bersatu, manusia menjadi­lah jiwa yang hidup. Sifat khas malaikat adalah roh. Sifat khas dari makhluk hidup yang lebih rendah, misalnya bina­tang buas, adalah tubuh daging. Kita, manusia, mempunyai roh dan tubuh; tetapi sifat khas kita bukanlah roh ataupun daging melainkan jiwa. Kita memiliki jiwa yang hidup. Se­bab itu, Alkitab menyebut manusia jiwa. (Istilah ini sangat jelas dalam bahasa aslinya atau dalam bahasa Inggris). Misalnya, ketika Yakub dan keluarganya pergi ke Mesir, Alkitab mengatakan, "Jadi keluarga Yakub yang tiba di Mesir, seluruhnya berjumlah tujuh puluh jiwa" (Kejadian 46: 27). Alkitab juga menyebut orang-orang yang menerima perkataan Petrus pada hari Pentakosta dan dibaptis, "jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa" (Kis. 2:41). Jadi, jiwa itu kepribadian manusia kita, yaitu yang menja­dikan kita sebagai manusia.
            Lalu, apakah fungsi roh, jiwa, dan tubuh? buku tulisan Andrew Murray (The Spirit of Christ) pada akhir tulisan dalam catatan tambahan buku itu, diuraikan tentang roh; jiwa, dan tubuh. Berikut ini ada­lah petikan dari salah satu catatan itu:
"Dalam sejarah penciptaan manusia, kita melihat "TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah," demikian­lah tubuh manusia dibuat. Kemudian "menghembuskan nafas (roh) hidup ke dalam hidungnya," demikianlah roh manusia berasal dari Allah, dan akibatnya "manusia men­jadi jiwa yang hidup". Roh menghidupkan tubuh, mem­buat manusia menjadi jiwa yang hidup, yaitu manusia yang hidup, dengan kesadaran diri sendiri. Jiwa adalah ti­tik perpaduan atau titik temu antara roh dengan tubuh. Melalui tubuh, manusia sebagai jiwa yang hidup, bisa berhubungan dengan dunia luar dapat mempengaruhi atau dipengaruhi olehnya. Melalui roh, manusia bisa ber­hubungan dengan dunia rohani dan Roh Allah tempat asal usulnya; dapat menjadi penerima dan pelayan (minister) hayatnya dan kekuatannya. Jiwa manusia berada di antara dua dunia dan menjadi sarana penghubung dari keduanya, mempunyai kekuatan untuk menentukan, apa­kah ia mau sepenuhnya dikendalikan oleh roh atau diken­dalikan oleh tubuh.
Dalam pembentukan ketiga bagian manusia ini, roh ber­hubungan dengan Allah, karena itu organ ini adalah yang tertinggi. Tubuh berhubungan dengan dunia kasat mata, karena itu organ ini adalah yang terendah. Di tengahnya adalah jiwa. Jiwa sendiri, kalau tidak cenderung pada si­fat khas tubuh, tentu cenderung pada sifat khas roh. Posisi jiwa adalah tempat perpaduan keduanya, berfungsi untuk menjaga keseimbangan yang tepat antara ke­duanya; memelihara agar tubuh sebagai organ yang paling rendah, takluk kepada roh yang adalah organ ter­tinggi. Jiwa sendiri menerima melalui roh, apa yang di­dambakannya untuk kesempurnaannya (menerima dari Roh Allah melalui roh), dan menyalurkannya kepada tu­buh, sehingga tubuh bisa mengambil bagian dalam ke­sempurnaan rohani dan menjadi "tubuh yang rohani."

            Apakah roh? Roh adalah sesuatu yang membuat kita sa­dar akan Allah dan yang menghubungkan kita dengan Al­lah. Apakah jiwa? Jiwa adalah organ yang menghubungkan dan memberi kita kesadaran akan diri sendiri. Lalu, apakah tubuh? Tubuh adalah organ yang menghubungkan kita dengan dunia. C.I.Scofield, dalam referensi Alkitabnya juga menjelaskan bahwa roh memberikan kesadaran akan Allah; jiwa memberikan kesadaran akan diri sendiri; dan tubuh memberikan kesadaran akan dunia. Kuda dan sapi ti­dak memiliki kesadaran akan Allah, karena mereka tidak mempunyai roh. Mereka hanya sadar akan keberadaannya sendiri. Tubuh menghubungkan kita dengan dunia, melalui indera manusia, kita dapat merasakan panas, dingin, dan sebagainya.

1 komentar:

Piter Numberi mengatakan...

Apakah hewan jiwa atau tidak ?

Posting Komentar